Ia menyebutkan Gubernur Jambi sudah mengumpulkan tiga perusahaan yang bertanggung jawab, yakni PT SAS, PT Inti Tirta, dan PT Putra Bulian.
Untuk PT Putra Bulian, kata dia, saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Namun pemerintah menargetkan pembebasan lahan sepanjang 19 kilometer bisa rampung pada Juni hingga Juli mendatang.
“Kalau ini selesai, dampaknya besar. Angkutan batubara tidak lagi melewati Bulian,” katanya
Sementara PT Inti Tirta masih berkaitan dengan izin penggunaan kawasan di Kementerian Kehutanan.
“Informasi terakhir, izinnya sudah hampir selesai,” tambahnya
Adapun PT SAS masih menghadapi konflik sosial. Sudirman menjelaskan, persoalan ini muncul akibat perubahan batas wilayah sejak aturan tahun 2017.