"Sebelumnya kolaborasi Pemprov dan Pemkot telah dilakukan tahap I dengan pembayaran luas lahan lebih dari 3 hektare,
melalui pembayaran ganti kerugian ini dapat mengakselerasi percepatan terhadap pembangunan kolam retensi yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh Balai.
"Danau ini manfaatnya besar, karena akan menyelesaikan 60% masalah banjir dikawasan sepanjang sistem sungai asam, yang di targetkan tahun ini bisa selesai," tegasnya.
Wali Kota Maulana mengapresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan pembangunan strategis tersebut.
Karna Menurutnya, revitalisasi Drainase Sungai Asam merupakan salah satu proyek prioritas Pemerintah Kota Jambi dalam mengatasi persoalan genangan dan banjir yang selama ini menjadi perhatian bersama.
"Pembangunan ini bukan sekadar membangun saluran drainase, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan Kota Jambi yang lebih aman, nyaman, dan tangguh terhadap banjir.