JAMBI,JAMBIVIRAL.COM– Pemerintah Kota Jambi terus berinovasi dalam mengatasi persoalan persampahan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah meluncurkan armada pengangkut sampah berbasis digital untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan terpantau.
Peluncuran armada tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., di pelataran Kantor Wali Kota Jambi, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola persampahan di Kota Jambi.
Sebanyak 20 armada pengangkut sampah berbasis digital direncanakan beroperasi untuk melayani pengangkutan sampah dari tujuh depo transfer menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo. Kehadiran armada ini diharapkan mempercepat proses pengangkutan sekaligus mencegah sampah terlalu lama menumpuk di depo.
Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan penanganan serius serta dukungan teknologi yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan.
Melalui sistem digital, keberadaan dan pergerakan armada dapat dipantau. Bahkan, kendaraan dapat dinonaktifkan dari jarak jauh apabila keluar dari jalur operasional atau meninggalkan wilayah yang telah ditentukan.
Tak hanya itu, armada tersebut juga dilengkapi penampungan air limbah sampah untuk mencegah cairan sampah berceceran di jalan. Inovasi ini diharapkan mampu menjaga kebersihan selama proses pengangkutan berlangsung.
“Kalau deponya kurang akan kita bangun lagi. Armada baru ini sudah berbasis digital, bisa kita pantau keberadaannya,” ujar Maulana.
Upaya pembenahan ini juga diperkuat melalui program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), yang menjadi bagian dari percepatan pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan hingga ke tempat pemrosesan akhir.
Dalam mendukung program tersebut, Pemerintah Kota Jambi telah mengoperasikan 150 becak motor (bentor) yang bertugas mengangkut sampah langsung dari rumah warga menuju depo transfer terdekat. Selanjutnya, sampah di depo harus segera dikirim ke TPA Talang Gulo pada hari yang sama agar tidak menumpuk.
Pemerintah Kota Jambi juga berencana menambah depo transfer secara bertahap untuk memperkuat sistem pengangkutan dan memperluas jangkauan pelayanan.
Maulana turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk di pinggir jalan maupun tempat pembuangan sampah liar.
Menurutnya, keberhasilan penanganan sampah tidak hanya bergantung pada armada dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah secara tertib.